Minggu, 15 Maret 2015

JADWAL UJIAN NASIONAL 2015

UJIAN NASIONAL SMP/MTs
No
Hari dan Tanggal
Pukul
Mata Pelajaran
Jumlah
UN Utama
UN Susulan
1
Senin, 4 Mei 2015
Senin, 11 Mei 2015
07.30 - 09.30
Bahasa Indonesia
50 Soal
2
Selasa, 5 Mei 2015
Selasa, 12 Mei 2015
07.30 - 09.30
Matematika
40 Soal
3
Rabu, 6 Mei 2015
Rabu, 13 Mei 2015
07.30 - 09.30
Bahasa Inggris
50 Soal
4
Kamis, 7 Mei 2015
Jumat,  15 Mei 2015
07.30 - 09.30
IPA
40 Soal
Persiapan Beberapa Hari sebelum Ujian Nasional 2015:
  1. yang kedua yaitu Persiapan Beberapa Hari sebelum Ujian Nasional 2015, dalam hal ini persiapkan segala sesuatu yang Anda butuhkan dalam proses ujian termasuk alat-alat tulis, kartu ujian, pakaian seragam dan sebagainya.
  2. Cari tahu pasti kapan dan di mana ujian Anda dilaksanakan.
  3. Istirahat yang cukup, agar Anda bisa Fit pada hari ujian.
Pada Saat Ujian Nasional 2015 berlangsung:
  1. Alangkah lebih baiknya kita datanglah lebih awal ke tempat ujian, sehingga Anda tidak tergesa-gesa dan punya waktu cukup untuk memulai ujian serta bisa mempersiapkan segalanya.
  2. bersikap Tenang dan jangan tegang/Panik, berdoa solusinya sehingga dapat membuat Anda lebih siap menghadapi Ujian.
  3. Bacalah terlebih dahulu instruksi atau perintah ujian dan tanyakan kepada pengawas jika ada yang kurang jelas.
  4. Dahulukan mengisi soal-soal yang lebih mudah, agar Anda dapat menggunakan waktu ujian yang diberikan dengan efisien.
  5. Isilah Lembar jawaban dengan hati-hati, agar menghindari kesalahan pengisian yang dapat membuang waktu Anda.
  6. Jika masih ada waktu setelah Anda selesai mengisi soal, periksalah kembali jawaban Anda untuk mengoreksi jika masih ada yang salah.
Setelah Ujian nasional 2015 selesai:
  1. Tutup waktu selesai Ujian nasional 2015 dengan doa, karena Anda telah berusaha, selebihnya serahkan kepada Yang Maha Kuasa yang berkehendak.
  2. Jika Anda berhasil lulus Ujian, Selamat!
  3. Jika tidak sesuai apa yang Anda harapkan, Ingat bahwa ini bukanlah akhir dari hidup Anda. Jika ada kesempatan mengulang, tingkatkan usaha dan kemampuan Anda!

Minggu, 08 Maret 2015

SEBATAS PAGAR TRIBUN DAN TIDAK LEBIH


SEBATAS PAGAR TRIBUN DAN TIDAK LEBIH

Tuhan telah menciptakan seisinya sesuai dengan tugasnya masing-masing. Semua telah terbagi dalam tugas dan perannya masing-masing. Tidak ada yang tumpang tindih. Semua terbagi rata. Begitu juga dengan kita. Ya, kita sebagai umat manusia dan juga sebagai seorang supporter.Tak ada yang boleh tumpang tindih dalam kehidupan. Jikalau ada yang tumpang tindih, bukankah akan berakibat pada kehancuran?
Begitu juga dengan kita, sebagai seorang supporter, kita telah ditakdirkan untuk member dukungan sepenuhnya kepada tim. Entah dengan cara apa, entah dalam situasi seperti apa. Tugas utama kita adalah mendukung. Dan dimana seorang supporter berada? Di terasnya, di tribunnya. Bukan di lapangan. Karena di lapangan, Tuhan telah menciptakan sekumpulan pahlawan yang harus kita dukung mati-matian.
Layaknya alam, semua ada batasannya. Bukan begitu? Ya, sebagai seorang supporter kita pun memiliki batasan. Dimana batasannya? Pagar tribun. Sebatas pagar tribun. Tidaklah lebih. Dan jika hari inim kita masih saja melanggar batasan-batasan imajiner tersbut, siapkah kita untuk hancur? Karena, layaknya alam, alam pun tak suka batasan-batasannya dilanggar.Memang, tak ada aturan tertulis untuk hal-hal itu semua. Namun sebagai bangsa yang menjunjung adat ketimuran kita harus menjaga norma-norma?
Mari kita semua merefleksi diri. Dimanakah batasan-batasan kita sebagai supporter. Agarkita semua paham dan lebih memposisikan diri sebagaimana supporter semestinya.
Solidaritas organik adalah salah satu konsep sosiologis klasik yang lama bertahan. Intinya kurang lebih, setiap bagian diandaikan seperti tubuh yang mempunyai tanggung jawab atas peran masing-masing. Peran dalam hal ini, memiliki arti luas dan bisa dimaknai secara luas bermula dari politik keruangan.
Pierre Bordieusalah seorang sosiolog Prancis menggunakan frasa habitus untuk menggambarkan segmentasi dan pemanfaatan, atau bisa juga dimaknai penguasaan atas permainan keruangan di masyarakat. Habitus, lanjut Bordieu, berkaitan dengan situasi, aksi, prosedur, praktik-praktik keseharian yang mengikuti 'gaya' tertentu. Gaya tersebut telah disepakati secara tertulis maupun tidak.
Tata ruang bukan hanya soal struktur fungsi, melainkan sebuah hasil dari konstruksi sosial. Dengan demikian satu rangkaian yang memiliki struktur segmen memiliki batasan yang jelas. Batasan tersebut akan membingkai setiap kelompok antara kelompok masyarakat pemilik "habit" dengan kelompok "pemilik ruang" yang lain.
Manajemen melakukan kegiatan manajerial klub. Suporter memberikan dukungan lewat pembelian tiket, merchandise resmi dan pemasukan pendukung lain. Selain itu, kewajiban suporter adalah memberikan semangat pada pemain di lapangan. Dukungan terhadap tim, dapat berupa dukungan langsung ke tim di stadion, atau dukungan tak langsung lewat kegiatan luar stadion, semisal dukungan anak usaha dan pemasukan lain bagi tim.
Tribun selatan juga memiliki BCS rules yang secara tidak langsung telah ditempa terhitung sejak awal BCS berdiri.Aturan tersebut tentu berkembang mengikuti kondisi yang wajib terpenuhi.
Tidak boleh memakai sandal dan harus memakai sepatu. Tidak boleh meniup terompet, megaphone capotifo. Tidak boleh duduk dan harus berdiri sepanjang pertandingan berlangsung. Tidak ada politik dan rasisme. Tidak boleh memakai helm di dalam tribun. Boleh membawa hand banner sebagai bentuk proter,kritik ataupun teror mental.
 Pelemparan kertas roll menghindari pemain PSS Sleman sendiri adalah satu perubahan yang juga ditempa oleh pengalaman dalam perjalanan komunitas suporter. Boleh menyalakan flare, bom asap dan kembang api jelang pertandingan usai di luar waktu pertandingan juga merupakan bagian dari perubahan.
Menyalurkan aspirasi baik proter ke federasi PSSI atau manajemen klub biasa dilakukan lewat hand banner atau spanduk-spanduk. Semangat "No Leader Just Together" membuat forum BCS menjadi sakral. Keputusan dan perubahan dalam BCS rules dicatat dan diamplifikasi lewat media komunitas.
Penulis : Admin

Sabtu, 07 Maret 2015

hobi saya FUTSAL


Futsal

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Futsal
Futebol Salao Pan2007.jpg
Induk organisasiFIFAAMF
Pertama dimainkan1930, Uruguay
Data lengkap
Olahraga kontak fisikYa
Jumlah pemain5 orang per tim
Kategoridalam ruangan
PeralatanBola fustal
Tempat bertandingFutsal pitch
Dipertandingkan di OlimpiadeTidak
Pertandingan futsal
Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan.
Futsal turut juga dikenali dengan berbagai nama lain. Istilah "futsal" adalah istilah internasionalnya, berasal dari kata Spanyol atauPortugisfutbol dan sala.

Sejarah Futsal[sunting sumber]

Futsal dipopulerkan di MontevideoUruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruhAmerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utaraserta AfrikaAsia, dan Oseania.
Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984.
Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.
Pertandingan futsal internasional pertama diadakan di AS pada Desember 1985, di Universitas Negeri Sonoma di Rohnert Park, California.

Peraturan[sunting sumber]

Luas lapangan[sunting sumber]

  1. Ukuran: panjang 25-43 m x lebar 15-25 m
  2. Garis batas: garis selebar 8 cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; 3 m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan
  3. Daerah penalti: busur berukuran 6 m dari masing-masing tiang gawang
  4. Titik penalti: 6 m dari titik tengah garis gawang
  5. Titik penalti kedua: 10 m dari titik tengah garis gawang
  6. Zona pergantian: daerah 5 m (5 m dari garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
  7. Gawang: tinggi 2 m x lebar 3 m
  8. Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif

Bola[sunting sumber]

  1. Ukuran: 4
  2. Keliling: 62-64 cm
  3. Berat: 0,4 - 0,44 kg
  4. Lambungan: 55-65 cm pada pantulan pertama
  5. Bahan: kulit atau bahan yang cocok lainnya (yaitu bahan tak berbahaya)

Jumlah pemain (per team)[sunting sumber]

  1. Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5, salah satunya penjaga gawang
  2. Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2 (tidak termasuk cedera)
  3. Jumlah pemain cadangan maksimal: 7
  4. Jumlah wasit: 2
  5. Jumlah hakim garis: 0
  6. Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas
  7. Metode pergantian: "pergantian melayang" (semua pemain kecuali penjaga gawang boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja; pergantian penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan dan dengan persetujuan wasit)
  8. Dan wasit pun tidak boleh menginjak arena lapangan , hanya boleh di luar garis lapangan saja , terkecuali jika ada pelanggaran-pelanggaran yang harus memasuki lapangan

Lama permainan[sunting sumber]

  1. Lama normal: 2x20 menit
  2. Lama istirahat: 10 menit
  3. Lama perpanjangan waktu: 2x5 menit (bila hasil masih imbang setelah 2x20 menit waktu normal)
  4. Ada adu penalti (maksimal 5 gol) jika jumlah gol kedua tim seri saat perpanjangan waktu selesai
  5. Time-out: 1 per tim per babak; tak ada dalam waktu tambahan
  6. Waktu pergantian babak: maksimal 10 menit